Home

KOMANDAN SECAPAAD

Vinaora Nivo Slider

Login Form





Beranda
PEMBUKAAN CYBER CAMP PDF 
Rabu, 30 November 2016 04:40

PEMBUKAAN CYBER CAMP

 

Direktur Komponen Pendukung Ditjen Pothan Kemhan, Bapak Ir. Tristan Soemardjono, M.M. membuka kegiatan Evaluasi Pertahanan Siber melalui Cyber Camp yang dilaksanakan di Gedung Soedirman B Secapaad, Senin (28/11/16).

Dalam pembukaan kegiatan ini beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada peserta Cyber Camp, sebagai bentuk kepedulian yang tinggi terhadap pentingnya penanganan suatu ancaman non militer pertahanan Negara dan bukan hanya menjadi tanggungjawab Kementerian Pertahanan dan TNI semata, akan tetapi menjadi hak dan kewajiban setiap warga Negara. “Tegasnya”.

Tema yang disampaikan “Melalui kegiatan Cyber Camp TA. 2016 kita sukseskan Pekan Bela Negara Pertahanan Cyber Nusantara dalam rangka meningkatkan kolaborasi dan integrasi menghadapi ancaman siber guna mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini, Pertama guna meningkatkan kesadaran terhadap keamanan informasi di sektor pertahanan Negara maupun lembaga-lembaga dan badan usaha terkait yang membantu tugas badan Pertahanan Negara. Kedua, meningkatkan jiwa kepemimpinan dan jiwa bela Negara yang tinggi. Ketiga, meningkatkan kemampuan dan kemauan yang kuat terhadap setiap individu di bidang keamanan informasi, sehingga dapat mewujudkan kemajuan Indonesia di bidang Pertahanan Siber. Keempat, sebagai kesiapan menghadapi ancaman Siber di bidang SDM, teknologi, tata kelola, komando dan pengendalian. “Ujarnya”.

Diakhiri acara beliau menyampaikan semog Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk-Nya dalam setiap upaya pengabdian kepada bangsa dan negara.

Acara Cyber Camp diikuti oleh 55 orang peserta dari seluruh Indonesia, baik dari jajaran Relawan TIK, Kemhan, Kemkominfo, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU, PT. Air Nav, PT. PLN dan PT Telkom (Penhumas Secapaad).

 

 
Jam Komandan Secapaad Kepada Organik PDF 
Selasa, 29 November 2016 07:42

Jam Komandan Secapaad Kepada Organik


Komandan Secapaad Brigjen TNI Eka Wiharsa memberikan Jam Komandan kepada seluruh organik Militer dan PNS di Gedung Jenderal Soedirman Secapaad, Senin (28/11/16).


Dalam Pembekalannya Dansecapaad membahas tentang ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia guna meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI. Tantangan Indonesia ke depan yang akan kita hadapi berdasarkan latar belakang Indonesia sejak kemerdekaan sampai dengan sekarang, telah terjadi perubahan-perubahan, diperlukan kewaspadaan dari seluruh komponen bangsa “ujar beliau”.


Lebih jauh Dansecapaad katakan bahwa ancaman nyata yang perlu kita waspadai dalam menghadapi dimasa yang akan datang ketika energi fosil akan habis pada tahun 2056 dan digantikan dengan bio energi, sasaran konflik akan mengarah pada lokasi sumber pangan yang sekaligus merupakan sumber energi. dimana negara non equator akan menyerbu wilayah equator termasuk di dalamnya Indonesia, dalam mewujud keinginannya.


Bahwa proxy war diinterprestasikan sebagai konfrontasi antara dua kekuatan besar ketika salah satu kubu menggunakan pihak pengganti. Kubu tersebut mengadudombakan pihak pengganti dengan kekuatan lawan guna menghindari konfrontasi langsung dengan tujuan mengurangi resiko kerugian. Untuk itu "Perkuat soliditas, bangun komunikasi sosial yang baik dengan masyarakat dimanapun prajurit sedang bertugas, karena keberadaan prajurit dan PNS TNI harus menjadi pemersatu, serta dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi lingkungan masyarakat. Jadikan Bhineka Tunggal Ika sebagai Center of Gravity/Pemersatu Bangsa. Jangan mudah terpecah belah apalagi diadu domba “Tegasnya”


Acara dihadiri oleh Wadan Secapaad Kolonel Inf Urip Wahyudi, S.I.P., para Direktur, Pamen Ahli golongan IV, pejabat Distribusi Secapaad dan para Pajurit militer serta PNS Secapaad. (Penhumas Secapaad)

 

 
SOSIALISASI NARKOBA OLEH BNN JABAR PDF 
Selasa, 29 November 2016 07:37

SOSIALISASI NARKOBA OLEH BNN JABAR


Wakil Komandan Secapaad Kolonel Inf Urip Wahyudi, S.IP. mendampingi Staf Ahli/Penyuluh Bidang P2M BNN Provinsi Jawa Barat Bapak H. Rochmat Mintoro, S.H, M.Hum pada acara sosialisasi tentang Narkoba dan Ancaman Penyalahgunannya, yang diselenggarakan di Gedung Jenderal Soedirman Secapaad, Senin (28/11/16).


Sebelum pelaksanaan sosialisasi Wakil Komandan Secapaad memberikan kata pengantar bahwa Negara Indonesia sekarang ini banyak sekali yang terlibat dalam kejahatan narkoba, dan dampak dari narkoba sangat besar yang dapat merugikan kehidupan perkembangan Negara saat ini. Kemudian diharapkan kepada prajurit dan PNS tidak ada yang telibat dalam penyalahgunaan narkoba. Bagi prajurit dan PNS yang terlibat akan diberhentikan dengan tidak hormat. “Tegasnya”.


Sosialisasi disampaikan oleh Bapak H. Rochmnat Mintoro, S.H, M.Hum yang mengangkat tema “menjadikan Bangsa Indonesia Imun, Penyalahguna Narkoba Semakin Pulih dan Tidak Kambuh dan Mengatasi Bahaya Peredaran Gelap Narkoba”.


Beliau menyampaikan bahwa ada 6 (enam) Perintah Presiden dalam pemberantasan Narkoba, yang pertama Aparat yang tekait harus bergerak bersama bersinergi. Kedua, Perang terhadap bandar dan jaringan narkoba, penanganan hukum harus lebih keras dan tegas lagi. Ketiga, tutup semua celah penyelundupan narkoba. Keempat, gencarkan kampanye kreatif bahaya narkoba dan utamanya menyasar generasi muda. Kelima, tingkatkan pengawasan yang ketat pada lapas sehingga tidak dijadikan pusat peredaran narkoba. Keenam, program rehabilitasi harus berjalan efektif.


Masalah narkoba merupakan kejahatan luar biasa dan terselubung. Peredaran Gelap Narkoba bagi sebagian orang, memiliki nilai bisnis yang menjanjikan dengan keuntungan yang sangat besar, karenanya permasalahan Narkoba terus berkembang dari tahun ke tahun. Korban Penyalahgunaan Narkoba dianggap aib bagi keluarga karenanya masih sering ditutup-tutupi, padahal selain harus ditangani secara arif dan bijaksana korban narkoba memerlukan perhatian, pertolongan/pengobatan yang apabila terlambat dapat mengakibatkan kematian. Penyalahgunaan Narkoba bersifat BORDERLESS (tidak mengenal batas). Artinya dapat terjadi dimana saja, pada siapa saja, pria atau wanita, tua maupun muda, kaya atau tidak , baik pejabat atau bukan, dan dapat terjadi kapan saja.


Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan juga agar kenali dan hindari jenis-jenis narkotika dan precursor narkotika, penggolongan narkotika, dampak penyalahgunaan narkoba, macam-macam kejahatan narkotika, jenis-jenis psikotropika, modus manipulasi produk, bentuk dan jenis olahan narkoba, rehabilitasi pecandu narkotika, sanksi pidananya dan peran serta masyarakat dalam pemberatasan narkoba.


Sosialisasi tentang narkoba ini diikuti oleh para Direktur, Pamen Ahli, Danmensis, para Distribusi dan seluruh organik Secapaad. (Penhumas Secapaad).

 

 
PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PDF 
Selasa, 29 November 2016 07:29

PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS)


Sosialisasi kesehatan tentang pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS) disampaikan oleh Letnan Satu Ckm Agus Yayat yang dilaksanakan di Gedung Jenderal Soedirman Secapaad, Senin (28/11/16).


Infeksi Menular Seksual (IMS) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia baik Negara maju maupun berkembang. Kelompok penyakit ini penularannya melalui hubungan seksual. Berdasarkan laporan WHO, setiap tahun diseluruh Negara terdapat 250 juta penderita baru meliputi gonore, sifilis dan herpes genetalis.


Faktor yang mempengaruhi perilaku seksual antara lain faktor internal yang meliputi hormonal, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pemahaman nilai agama, dan faktor eksternal yang terdiri dari tempat tinggal, kelompok dan kondisi keluarga.


Dalam pengarahan menyebutkan bahwa IMS adalah suatu infeksi yang disebabkan bakteri, virus, jamur dan protozoa yang penularannya melalui hubungan vagina, oral dan anal serta hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular. Dampak IMS secara global yaitu infeksi akut, komplikasi, sosio-ekonomik dan pengaruhnya dalam penularan HIV.


Beberapa penyakit IMS antara lain kencing nanah, klamidia, raja singa, jengger ayam, hepatitis HIV dan AIDS. Penyakit Sipilis atau Raja Singa ditandai luka yang bersih dan tidak nyeri disekitar alat kelamin, anus dan mulut, tidak enak badan dan bercak kemerahan pada kulit. Klamidia ditandai keputihan yang disertai nyeri saat kencing dan pendarahan setelah berhubungan seksual. Gonore atau kencing nanah ditandai dengan rasa sakit saat kencing dan saat ereksi, keluar nanah dari saluran kencing terutama pagi hari. Herpes ditandai dengan bintil-bintil air disekitar kelamin dan mulut serta sakit pada saat infeksi pertama kali. Jengger Ayam ditandai dengan benjolan kecil di sekitar alat kelamin seperti jengger ayam dan menular.


Gejala secara umum orang terkena IMS dapat diketahui dengan nyeri sekali saat kencing, bintil-bintil air seperti cacar di alat kelamin, timbul kutil pada daerah terinfeksi, badan lemas, kurang gairah dan kadang demam. Bahaya yang ditimbulkan IMS dapat membuat sakit-sakitan, mandul, keguguran, kanker leher Rahim, merusak penglihatan, otak dan hati, menyebabkan tertular HIV dan kematian.


Penularan IMS ini dapat melalui darah dan ibu hamil kepada bayi. Tidak dapat menular melalui kontak social. Pencegahan yang dapat dilakukan terhadap orang yang terkena IMS dengan tidak melakukan hubungan seks, saling setia terhadap pasangan, menggunakan kondom, tidak saling meminjamkan pisau cukur dan edukasi. Penanganan IMS yang benar dengan segera pergi ke dokter untuk diobati, ikuti saran dokter, jangan berhubungan seks selama dalam pengobatan IMS dan jangan hanya berobat sendiri tanpa melibatkan pasangan kita.


Sosialisasi ini dihadiri oleh para Direktur, Pamen Ahli, Danmensis, para Distribusi dan seluruh organik Secapaad (Penhumas Secapaad).

 

 
Istighosah Secapaad Untuk Parade Bhineka Tunggal Ika PDF 
Selasa, 29 November 2016 01:06

Istighosah Secapaad Untuk Parade Bhineka Tunggal Ika


Mayor Inf H.Sultoni, S.Pd.I Kabintal Secapaad menjadi pemimpin dan pembimbing dalam istighosah dan doa bersama yang digelar Secapa Angkatan Darat di Masjid Sabiilul Iman Secapaad, Senin (22/11/2016).


Komandan Secapaad Brigjen TNI Eka Wiharsa beserta Jamaah yang terdiri dari para Prajurit, PNS dan Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana Cab BS Secapaad mengikuti istighosah.


Istighosah merupakan wahana paling tepat untuk bermuhasabah, berserah diri, meminta pertolongan serta perlindungan kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia senantiasa aman, damai dan terhindar dari konflik dan perpecahan “ungkap Dansecapaad”


Istighosah yang digelar di Masjid Sabiilul Iman bertujuan untuk mendoakan keselamatan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik,Indonesia. Khususnya agar keamanan, persatuan dan kesatuan tetap terjaga jelang Pilkada serentak 2017 “tandas beliau”. (Penhumas Secapaad).

 

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

secapaad.mil.id, Powered by Infolahta 2014